Mungkin inilah caraku menjaga cintaku,
dengan tak menghubungimu, tak juga mengirim pesan untuk menanyakan kabarmu.
Mungkin ini tak biasa. Tapi bagiku, inilah cara terbaik ku mencintaimu.
Aku mencintaimu dengan menjauh darimu, bukan karena aku membencimu. Justru karena aku sangat mencintaimu, dan aku ingin menjagaku juga menjagamu. Menjaga tulusnya hatiku, juga menjaga kesucian hatiku.
Inilah caraku mencintaimu, dalam diamku, dalam ketulusanku, dalam kesucianku, dalam cara tak biasaku.
Meski sulit, meski berat, meski sakit untukku, namun ku tahu ini pilihan terbaik agar aku tak terlalu mengharap.
Karena berharap hanya pantas pada Sang Pemberi Nafas, karena berharap hanya pantas digantungkan pada Sang Pengatur Detak Jantung, pada-Nya kuharap dia kan menjagamu untukku, pada-Nya kutitipkan hatiku.
Biarlah aku hanya bisa menyapamu lewat senandung do'a, agar untukmulah segala kebaikan, agar bersamamulah segala keindahan.
Untukmu seseorang
yang hanya aku jangkau
dalam dekapan doaku
dengan tak menghubungimu, tak juga mengirim pesan untuk menanyakan kabarmu.
Mungkin ini tak biasa. Tapi bagiku, inilah cara terbaik ku mencintaimu.
Aku mencintaimu dengan menjauh darimu, bukan karena aku membencimu. Justru karena aku sangat mencintaimu, dan aku ingin menjagaku juga menjagamu. Menjaga tulusnya hatiku, juga menjaga kesucian hatiku.
Inilah caraku mencintaimu, dalam diamku, dalam ketulusanku, dalam kesucianku, dalam cara tak biasaku.
Meski sulit, meski berat, meski sakit untukku, namun ku tahu ini pilihan terbaik agar aku tak terlalu mengharap.
Karena berharap hanya pantas pada Sang Pemberi Nafas, karena berharap hanya pantas digantungkan pada Sang Pengatur Detak Jantung, pada-Nya kuharap dia kan menjagamu untukku, pada-Nya kutitipkan hatiku.
Biarlah aku hanya bisa menyapamu lewat senandung do'a, agar untukmulah segala kebaikan, agar bersamamulah segala keindahan.
Untukmu seseorang
yang hanya aku jangkau
dalam dekapan doaku