Minggu, 01 Desember 2013

Proses pengaderan? Yes!

Tak terasa kurang lebih empat bulan saya mengenal kalian dalam proses penerimaan mahasiswa baru Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin angkatan 2013. Tak asing kita mendengar proses "Pengaderan" yang mana adanya interaksi antara junior dan senior maupun sesama mahasiswa baru "maba".
Terkadang, banyak oknum yang mengatakan bahwa proses pengaderan adalah ajang kekerasan fisik maupun psikis yang dilakukan senior terhadap junior untuk balas dendam.
Hmm tapi menurut kami, khususnya saya pribadi malah membantah opini miring tersebut! Dalam proses pengaderan inilah kami banyak mendapatkan pengetahuan yang banyak, kami mengetahui esensi keberadaan kami sebagai mahasiswa yang merupakan "agent of change" atau agen perubahan dalam masyarakat, bagaimana kita sebagai social control atau agen sosial, kami pun diajarkan rasa kekeluargaan, persahabatan, kebersamaan, kekompakan, mandiri, tidak mengenal kata "manja", dan banyak lagi hal lainnya. Untuk menjadi mahasiswa yang "agent of change" bukan cuma sekedar pandai dalam hal akademik, tetapi juga harus cerdas dan intelek dalam segala hal. Bagaimana mungkin kita dapat memberikan sumbangsi yang baik di negeri ini kalau hanya jago dalam hal akademik tetapi bermental kerupuk? Itulah pentingnya proses pengaderan untuk melatih kita agar bisa menjadi pemimpin nantinya, setidaknya dalam hal memimpin diri sendiri dulu saat ini. Coba bandingkan para mahasiswa yang telah melewati proses pengaderan dan yang tidak! Perbedaan itu akan tampak jelas. Yang telah dikader lebih banyak bersosialisasi dengan yang lainnya dan yang tidak dikader lebih banyak yang menutup diri dan asyik dengan mengejar akademik individu. Mereka yang telah dikader akan menjadi penerus aktivis-aktivis muda nantinya. Dan mereka yang tak mendapatkan proses kaderisasi mungkin lebih banyak menghabiskan masa-masa kuliah dengan bergelut di akademik saja yang biasa diistilahkan dengan (3K) kampus, kamar, dan kampung. Betapa membosankannya hal seperti itu!
Proses pengaderan menurut saya adalah suatu tahap yang penting. Dengan pengaderan kita dapat menghargai satu sama lain, rasa kemanusiaan kita juga dapat terjalin. Kita pun dapat saling bertukar pikiran dan saling membantu jika ditemukan kesulitan dalam hal akademik baik antara junior dan senior maupun antara teman seperjuangan lainnya. Jadi akademik dapat berjalan lancar walaupun dibarengi dengan organisasi kedepannya.
Oh iya, back to topic! Di sastra unhas lah saya juga menemukan keluarga baru. Rasa persaudaraan itu telah terjalin satu sama lain. Yah itu semua karena proses pengaderan. Walaupun banyak perbedaan diantara kami tapi hal itu tak menghalangi kami untuk bersatu. Seperti semboyan negara kita "Bhineka tunggal ika" berbeda-beda tetap satu tujuan. Yeaaah saya patut bersyukur dan bangga bisa mengikuti proses pengaderan. Saya pun berharap tradisi itu bisa dipertahankan! Dan semoga saya bersama teman-teman seperjuangan lainnya bisa bertahan melewati tahap-tahapan itu hehe.

We are KMFS-UH, we are Pattingalloang 2013, and we are Ghazwah! <3